Jakarta, visione.co.id – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI meminta Polri bersikap terbuka dan mau menerima upaya investigasi yang dilakukan Komnas HAM dan PP Muhammadiyah. Hal ini perlu dilakukan agar Polri maupun umat Islam tidak saling memberi stigma yang negatif.
“Polri harus terbuka dan menerima adanya investigasi dari Komnas Ham dan PP Muhammadiyah dalam mengungkap kasus Siyono”, ujar Deding Ishak kepada visione, Kamis (31/3/2016).
Pantas saja publik meminta Polri terbuka, kata Deding, karena nyatanya pihak Polri seperti menutupi soal penyebab kematian Siyono. Belum lagi dengan dua gepok uang yang tiba-tiba saja diberikan kepada pihak keluarga.
“Sikap Polri yang terkesan menutup-nutupi kematian Siyono, justru mengundang pertanyaan dari publik dan terutama keluarga Siyono. Kalau memang ada perlawanan, apa tidak cukup dilumpuhkan saja? Bukan malah berujung kematian”, tandas anggota Fraksi Golkar ini.
Ke depan, lanjut Deding, dengan kejadian yang menimpa Siyono maka densus 88 harus mulai berhati-hati dan menerapkan prinsip praduga tak bersalah. Karena apa yang dilakukan densus 88 sudah menyentuh wilayah HAM serta stigma negatif terhadap umat Islam. Bila tidak, maka bukan saja Komnas Ham dan PP Muhammadiyah yang akan dihadapi densus 88, namun seluruh umat Islam di Indonesia. [Mrf]