Ciledug – Belajar pemrograman tidak selalu harus dilakukan di depan layar komputer. Tim dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) membuktikan hal tersebut melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan di TPQ Miftahul Huda, Ciledug, Tangerang, pada 27–29 April 2026.
Mengusung tema “Implementasi Unplugged Coding untuk Membangun Computational Thinking Santri-Santri di TPQ Miftahul Huda”, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan konsep berpikir komputasional (Computational Thinking/CT) kepada para santri melalui metode pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan tanpa menggunakan perangkat komputer.
Ketua pelaksana kegiatan, Widyah Noviana, M.Pd., menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas teknologi di lingkungan pendidikan nonformal seperti TPQ tidak seharusnya menjadi hambatan dalam mengenalkan keterampilan abad ke-21 kepada peserta didik.
“Computational Thinking merupakan kemampuan berpikir sistematis untuk menyelesaikan masalah secara logis. Keterampilan ini dapat diajarkan melalui berbagai aktivitas sederhana tanpa harus menggunakan komputer,” ujarnya.
Materi utama disampaikan oleh Okta Irawati, S.Kom., M.Kom., yang mengenalkan konsep unplugged coding, yakni metode pembelajaran dasar-dasar pemrograman melalui permainan, aktivitas fisik, pengenalan pola, serta simulasi yang melibatkan interaksi langsung antar peserta.
Antusiasme para santri terlihat saat mengikuti permainan “Robot dan Programmer” yang dipandu oleh Iis Istiqomah, S.Kom., M.Kom.. Dalam permainan tersebut, seorang santri berperan sebagai robot, sementara santri lainnya bertindak sebagai programmer yang memberikan instruksi berupa perintah sederhana seperti “maju”, “belok kiri”, dan “belok kanan” untuk mencapai tujuan tertentu.
Suasana belajar menjadi semakin hidup ketika para peserta mencoba menyusun langkah-langkah yang tepat agar “robot” dapat bergerak sesuai rute yang ditentukan. Melalui aktivitas tersebut, para santri secara tidak langsung belajar mengenai algoritma, logika berpikir, dan pentingnya instruksi yang jelas dalam pemrograman.
Selain permainan robot dan programmer, sebanyak 20 santri TPQ Miftahul Huda juga mengikuti berbagai aktivitas edukatif lainnya, seperti pengenalan kode biner menggunakan benda sederhana, pembuatan peta jalur (pathfinding), serta latihan klasifikasi dan penyortiran data. Seluruh kegiatan dikemas dalam lembar kerja berwarna dan permainan kelompok yang menarik sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Metode unplugged coding dinilai memiliki banyak manfaat, tidak hanya dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis dan analitis, tetapi juga dalam mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai serta meningkatkan kemampuan kolaborasi dan komunikasi antar peserta.
Pimpinan TPQ Miftahul Huda, Ustadz Zeni, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh dosen UNPAM tersebut. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman belajar baru bagi para santri yang selama ini lebih banyak berfokus pada pembelajaran membaca dan menghafal Al-Qur’an.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru kepada santri mengenai teknologi dan cara berpikir sistematis, namun tetap disampaikan dengan metode yang sesuai dengan usia mereka,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, tim dosen Teknik Informatika UNPAM berharap para santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi di masa depan, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Dengan menanamkan konsep Computational Thinking sejak dini, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan memecahkan masalah secara efektif dan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.