Visione – Menjelang hari pencobosan, masih banyak masyarakat belum menetukan pilihan terutama untuk calon legislatif. Sebagaimana tergambar dalam hasil survey lembaga Visi Institute yang mengukur bagaimana pengetahuan dan preferensi masyarakat terhadap Capres dan Caleg.
Amir Fiqi peneliti Visi Institute menjelaskan, survey ini dilaksanakan dalam periode 1-30 Maret dengan jumlah responden 600 orang di dapil Banten 1, 2 dan 3 dengan margin of eror 5%. Responden di ambil secara acak, ketat dan proporsional baik dari usia, pendidikan, demografi dan jenis kelamin. survey ini dilakukan secara langsung tatap muka dan mengajukan kuisioner terhadap responden dengan model terbuka dan tertutup.
Dari hasil survey tersebut, pengetahuan dan preferensi pilihan masyarakat terhadap calon presiden cukup tinggi. Namun pengetahuan dan preferensi masyarakat terhadap caleg sangat rendah. Berdasarkan hasil survey tersebut Tercatat 49% masyarakat banten belum punya pilihan caleg.
Dari hasil survey juga di ketahui beberapa alasan kenapa banyak masyarakat belum punya pilihan caleg. diantaranya masyarakat lebih fokus terhadap calon presiden mengingat hanya dua paslon, sedangkan caleg jumlahnya sangat banyak. Disamping itu pembicaraan masyarakat terhadap capres lebih dominan daripada caleg, isu caleg kalah oleh isu Capres.
Dalam kuisioner tertutup, surveyor meminta masyarakat menyebutkan calog di dapil tersebut dan hanya 40% yang mampu menyebutkan. Sedangkan dalam kuisioner terbuka, surveyor menyebutkan beberapa nama caleg dan hasilnya 51% masyarakat mengenal caleg tersebut. Dari hasil survey memberi fakta, hanya 1-10 caleg yang relatif dikenal masyarakat.
Dari hasil survey itu juga terungkap, masyarakat menentukan pilihan terhadap Capres melalui proses kenal, suka dan memilih. Sedangkan untuk pilihan caleg, hanya karena faktor kenal mengingat jumlah caleg yang sangat banyak di tiap dapil dan tidak banyak informasi tentang Caleg yang mereka terima.