Monitorday, Denpasar -- Sosiolog Wahyu Budi Nugroho, SSos, MA tampil sebagai pembicara dalam workshop memeriahkan pemutaran film cerita dan dokumenter tentang dunia kriminal di Bentara Budaya Bali (BBB) di Ketewel, Kabupaten Gianyar, Minggu.
"Dosen Universitas Udayana itu mengulas tentang seputar tematik dan estetik film," kata Ketua Udayana Science Club (USC) Universitas Udayana Vanesa Martida yang juga koordinator acara pemutaran film tersebut.
Wahyu Budi Nugroho, lulusan Universtias Gadjah Mada mengkaji perubahan atau sikap masyarakat terhadap peristiwa kriminal yang membayangi keseharian mereka.
Melalui diskusi yang melibatkan mahasiswa, pecinta film dan berbagai komponen masyarakat diharapkan mampu memberikan pemahaman dan meningkatkan wawasan tentang dunia kriminal serta kehidupan para mafioso di berbagai negara.
Udayana Science Club (USC) Universitas Udayana bekerja sama dengan Bentara Budaya Bali memutar sejumlah film selama dua hari, tanggal 14-15 Maret 2015 pada sore hari.
Pemutaran film tersebut dirangkum dalam program Sinema Bentara. Kali ini secara khusus mengetengahkan tema "Dunia Mafioso Seputar Kita".
Pemutaran film setiap harinya dimulai pukul 16.00 Wita menyuguhkan tujuh sinema pilihan dari Jerman dan Prancis, antara lain Carte Blanche (Heidi Specogna, 91 menit, 2011), Sturm (Hans-Christian Schmid, 110 menit, 2008-2009).
Dalam pembahasan itu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag misalnya melakukan investigasi terhadap Jean-Pierre Bemba, panglima perang yang kemudian menjadi wakil presiden Republik Demokratik Kongo.
Setelah diminta datang oleh Ange Felix Patass, Presiden Republik Afrika Tengah, pasukan Bemba menebar teror dan ketakutan di negeri itu. Pemimpin mereka seakan-akan memberikan kebebasan penuh untuk melakukan pembunuhan dan pemerkosaan, penjarahan dan penghancuran.
Pemutaran film dan diskusi terbuka untuk masyarakat umum secara cuma-cuma, ujar Vanesa Martida. (arf)