Teknologi Artificial Intelligence (AI) adalah teknologi yang memanfaatkan algoritma untuk mempelajari berbagai data yang bukan hanya tulisan, tetapi juga gambar, suara, dan bahkan perilaku manusia. Tak dapat dipungkiri bahwa AI adalah penemuan yang serbaguna untuk banyak hal bagi mahasiswa, seperti untuk mencari jawaban, materi, dan bahkan rekomendasi karya tulis untuk keperluan skripsi. Meski banyak manfaatnya, AI juga menuai banyak kritik dan kecaman terhadap penggunaannya.
Salah satu kritik dan kecaman yang paling sering digemakan adalah masalah terhadap hak cipta yang digunakan untuk melatih AI. Data yang diambil melalui internet digunakan tanpa seizin pemilik hak cipta tersebut sehingga banyak orang yang melabeli AI sebagai penghinaan terhadap pemilik data. Meski demikian, para pengembang AI seperti OpenAI menggunakan data dari web publik dengan lisensi bebas, data yang telah dilisensikan oleh OpenAI, serta feedback dari User
Selain itu, banyak juga masalah yang ditimbulkan oleh AI terhadap mahasiswa. Masalah terbesarnya adalah banyaknya mahasiswa yang menjadi ketergantungan terhadap AI yang mengakibatkan daya pikir kritis mahasiswa menjadi menurun. Masalah lainnya adalah soal bias dan tidak akuratnya informasi yang didapatkan dari AI, hal ini menyebabkan penelitian dan pengetahuan yang didapatkan oleh mahasiswa menjadi tidak akurat dan akan sangat berbahaya jika dimasukkan ke ruang publik karena dapat mengalami perbedaan makna dari yang seharusnya.
Selanjutnya adalah masalah terkait plagiarisme yang dapat mengakibatkan blacklist dan masalah yang berurusan dengan pihak berwajib. Plagiarisme ini bisa menjadi masalah karena hanya menyalin ulang tanpa adanya sitasis dan parafrase yang benar, AI tidak memberikan sumber sitasi kepada pengguna apabila tidak diminta. Cara paling ampuh dalam menghindari plagiarisme adalah dengan mencari sumber dari data yang didapat melalui AI dan melakukan parafrase atau pengubahan suatu kalimat menjadi kalimat lain tanpa adanya perubahan makna yang sangat jauh.
Meski memiliki banyak masalah, tak dapat disembunyikan kalau AI sangat membantu mahasiswa dalam menempuh pendidikan. Mahasiswa jadi memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan kreativitas dengan informasi yang mudah didapatkan dari AI, hal ini dapat menambahkan produktivitas mahasiswa sehingga mampu mengeluarkan ide-idenya. AI juga dapat membantu dalam simulasi kemungkinan yang dapat menjadi pertimbangan terhadap eksperimen yang akan dilakukan oleh mahasiswa yang akhirnya dapat memperkecil kemungkinan kesalahan yang akan terjadi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi AI adalah sesuatu yang sangat revolusioner dan sangat membantu bagi semua orang dan mahasiswa. AI cukup andal dalam pengumpulan informasi yang cukup akurat serta dapat membantu mahasiswa dalam mengumpulkan data, simulasi eksperimental, serta membantu dalam mengeluarkan ide-ide dan menambahkan produktivitas. Di balik kegunaannya, AI juga mendapatkan banyak kecaman dan kritik serta menuai banyak polemik, AI dapat membawa masalah kepada mahasiswa seperti ketergantungan, hilangnya berpikir kritis, bias terhadap informasi, serta plagiarisme yang menuntut mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam penggunaan AI.
Secara pribadi, saya juga dapat belajar dengan baik dengan bantuan AI, dan pengguna dapat mempelajari sesuatu dengan pola yang lebih luas dan pemikiran yang lebih liar. Sehingga dapat dikatakan bagi pengguna AI adalah cara yang bagus untuk mencari informasi, mulai dari sumber bacaan, menjawab pertanyaan, bahkan sebagai teman diskusi. Jadi marilah kita menjadikan AI sebagai alat bantu berpikir dan bukan menjadi pengganti otak manusia, karena pada dasarnya manusia memiliki kreativitas yang tidak dimiliki oleh AI.
By; Ryan Chandra Maulana, Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Teknik Informatika