Opini

TIREMPAH MENJADI SOLUSI DONGKRAK NILAI JUAL HASIL PETANI

Rabu 26 Januari 2022 | 11:16 WIB
Oleh: Anis Nurul Fitriana

Sebenarnya Negara kita memang kaya akan hasil pertanian seperti: beras, kacang-kacangan dan biji-bijian. Dampak positif bisa kita rasakan seiring berkembangnya intensitas pertanian di Indonesia. Namun pada awalnya kendala petani kecil di berbagai wilayah masih terkendala akses pasar dan sulit menjual hasil pertaniannya. Petani di wilayah tersebut hanya akan menjual produknya pada tengkulak yang biasanya nerima dengan harga yang lebih rendah, hal ini dikarenakan barang yang dijualnya masih berupa barang mentah, sehingga tak bisa langsung diserap oleh masyarakat. Hal lain juga karena tidak semua hasil panen mempunyai kualitas yang dibutuhkan oleh pasar, maka pasar besar maupun distributor hanya akan membeli hasil panen dengan kualitas Grade A saja. Presentase ini pun hanya akan mencakup 40% dari hasil panen. 

Sebenarnya, jika mau berinovasi sedikit saja dirubah menjadi bermacam produk pertanian yang bisa langsung digunakan atau dikonsumsi masyarakat maka bisa dipastikan hasil pertanianya akan jauh lebih berrnilai dan berharga tinggi.  

Dalam kurun waktu yang lama masyarakat Indonesia memang belum cukup sadar bahwa apapun yang terdapat pada alam sekitar adalah pendukung dari kehidupan itu sendiri. Begitu pula dengan negara yang terkenal akan kekayaan rempah-rempahnya. Komoditi petani mungkin tidak terlihat jika hanya menghasilkan produk mentah, namun akan berbeda ketika produk-produk tersebut telah disulap menjadi suatu produk jadi yang lebih elementer dan spesifik, Contoh mudahnya yang paling familier di telinga kita adalah masker herbal dan teh herbal.

Berdasarkan masalah tersebut, “Tirempah” menjadi solusi dalam pola distribusi petani disuatu daerah, dengan olahan hasil tani maka akan mengalami nilai tambah dan nilai jual pada hasil pertanian. Sebab itulah, diperlukan wadah sebagai sarana pemasaran guna menyerap hasil tani masyarakat daerah, yang didominasi oleh petani kecil dan petani mikro. “Tirempah” ini akan mewadahi hasil-hasil panen mereka dan menjadikan nilai jual lebih tinggi ke dalam produk siap pakai seperti masker organik dan teh herbal, juga jenis-jenis wedang yang bisa disajikan secara instan.

Dengan ini, akses pasar produk hasil tani masyarakat daerah bisa ditemukan dengan mudah oleh calon konsumen. Sehingga, inovasi produk dan sulitnya akses pasar yang merupakan masalah utama para petani kecil, mikro, maupun menengah bisa teratasi. 

Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya Tirempah ini adalah untuk mengubah orientasi masyarakat atau keinginan masyarakat yang merasa kesulitan untuk mengonsumsi atau menggunakan produk yang berasal dari bahan alami/tradisional yang menjadi produk yang aman, sehat dan kaya akan manfaat dari bahan alam serta mudah dinikmati. Selain itu, tujuan dari tirempah ini antara lain:

1.  Menambahkan nilai jual hasil tani dari petani daerah 

2.  Memanfaatkan hasil tani petani daerah menjadi produk konsumsi 

3.  Menjadi rantai distribusi hasil tani petani daerah untuk menjangkau pasar lebih luas 

4.  Mendorong kemampuan peneliti di perguruan tinggi untuk bermitra dengan petani.

5.  Menghasilkan produk masker organik dan produk minuman herbal yang aman dan terjangkau

6.  Meningkatkan minat dan pengembangan ilmu pengetahuan tentang kewirausahaan dan inovasi pemanfaatan hasil tani. 

7.  Menjadi produk wirausaha baru berbasis bahan organik.

*Penulis adalah Mahasiswi Universitas Pamulang Program Studi S1 Akuntansi

*Segala bentuk isi tulisan menjadi tanggung jawab penulis

Berita Terkait

Komentar