Opini

Pemberdayaan Teknologi Dalam Dunia Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Minggu 14 Nopember 2021 | 20:15 WIB
Oleh: Handayani Sinaga

Dimasa pandemi ini, teknologi telah mendukung banyak perubahan diberbagai bidang secara signifikan.Dapat dikatakan pada masa ini,manusia semakin ketergantungan dalam penggunaan teknologi. Banyak perubahan yang terjadi semenjak pandemik ini dalam segala bidang, baik itu pekerjaan maupun pendidikan. Sejak diberlakukannya Penetapan pembelajaran jarak jauh dalam dunia pendidikan membuat setiap orang yang berkecimpung dalam pendidikan berkewajiban menguasai teknologi.Hal ini disikapi dengan berbagai respon, ada yang merespon positif, ada juga yang kewalahan karena masih banyak guru dan orang tua yang masih gagap teknologi.

Penggunaan teknologi tentu telah membuat gambaran yang sangat berbeda dari kelas tradisional, dimana guru memberikan ceramah di depan kelas dan siswa membuat catatan atau melakukan worksheet. Sedangkan dalam pembelajaran online, siswa dituntut terlibat secara aktif dengan kegiatan konstruktivis seperti mencari informasi, merancang produk, dan penerbitan atau mempresentasikan hasil kerja mereka.

Kehadiran teknologi membuat  metode  pembelajaran jarak jauh menjadi bervariasi, banyak cara yang ditawarkan supaya tujuan pembelajaran tetap dapat tercapai. Contoh model pembelajaran yang banyak digunakan diberbagai sekolah adalah model blended learning . Model blended learning yaitu model pebelajaran dengan cara menggabungkan dua metode, yakni tatap muka di dalam kelas, kemudian dipadukan dengan pembelajaran dalam jaringan. Metode ini umumnya terbagi atas dua jenis yakni tipe Konstruksi-Konfirmasi dan type Konfirmasi-Konstruksi.Model Konstruksi-Konfirmasi ini dilakukan dengan cara guru terlebih dahulu memberikan kosntruksi pengetahuan yang  dilakukan secara tatap muka melalui zoom, atau google meet dalam kelas. Setelah peserta didik menerima penjelasan materi dan hal-hal yang akan dilakukan di zoom, peserta didik akn melakukan konfirmasi berupa latihan, atau pengerjaan tugas di luar kelas zoom. Metode ini banyak digunakan untuk materi yang membutuhkan keterampilan khusus. Model kedua adalah model Konfirmasi-Konstruksi. Model ini mengarahkan peserta didik untuk membangun pengetahuan di luar kelas kemudian melakukan konfirmasi pengetahuan di dalam kelas zoom . Tujuan dari konfirmasi ini untuk memastikan proses pembelajaran dilakukan dengan benar di luar kelas dan dari sumber-sumber yang valid.

Selain model blended learning, Model Fully Online juga banyak digunakan oleh sekolah. Biasanya yang menggunakan ini adalah sekolah-sekolah yang sudah memiliki fasititas yang memadai. Model Fully Online memanfaatkan aplikasi dan sistem Learning Manajemen System yang perannya merubah porses pembelajaran klasikal di dalam kelas ke dalam ruang-ruang digital. Prinsip menganut semua model pembelajaran tatap muka hanya saja dilakukan di dalam kelas seperti waktu masuk, absen, ujian, interkasi seperti diskusi, pembagian kelompok, asesmen dan pada belakangan ini LMS juga dilengkapi dengan sistem conference yang memungkinkan tatap muka antara guru dan peserta didik langsung.

Model Fully Online ini terbagi atas dua jenis yaitu synchrounous dimana pertemuan dilakukan menggantikan ruang kelas  ke kelas digital. Model ini biasanya dilakukan melalui aplikasi Zoom atau google Meet. Pembelajaran dilakukan layaknya seperti tatap muka biasa, hanya model ini membutuhkan banyak biaya.Model selajutnya adalah model asynchrounous yakni instruktur dan peserta didik tidak saling bertemu. Pendidik hanya menyiapkan kelas-kelas dalam ruang-ruang LMS secara lengkap seperti aktifitas, penugasan dan proyek. Selanjutnya peserta didik bisa belajar sesaui dengan jadwal yang disediakan mapuan dibuat fleksibel

Dalam melakukan evaluasi pembelajaran juga teknologi menyediakan  berbagai aplikasi, seperti Edmodo, Quizizz, Google form, testmoz  dan yang lainnya yang dapat secara gratis diakses oleh pendidik. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah pendidik dan siswa memiliki fasilitas yang memadai, agar dapat melangsungkan pembelajaran dengan baik? Apakah pendidik yang memiliki fasilitas lengkap telah memanfaatkan  secara maksimal fasilitas yang ada dalam mengajar?Sebenarnya pendemi bukanlah sebuah penghalang bagi kita untuk terus memajukan pendidikan di Indonesia, teknologi sekarang benar-benar telah banyak memberikan kemudahan bagi kita untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan tentu lebih mudah dalam mengajar karena kita dapat menggunakan berbagai media. Tinggal pembenahan diri saja dan dukungan dari pemerintah agar setiap pendidik dapat mengembangkan potensinya dalam memberdayakan penggunaan teknologi yang ada.

Pemberdayaan teknologi adalah solusi yang paling tepat saat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,mau tidak mau pendidik harus berusaha berdamai dengan situasi.Kita harus berusaha untuk melek teknologi supaya tidak ketinggalan zaman. pendidik haruslah memiliki kreativitas, inovasi, dan harus mampu memberikan pengembangan terhadap pembangunan negara ini. Salah satu caranya adalah dengan membangun niat mengembangkan kemampuan yang kita miliki, serta melepaskan diri dari pembelajaran tradisional. Mari memberdayakan teknologi secara maksimal.

Penulis adalah Handayani Sinaga, Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UHAMKA

Berita Terkait

Komentar