92 tahun sudah (28 Oktober 2020) semenjak tercetusnya sumpah pemuda 28 Oktober 1928 yang lalu, pemuda dari berbagai daerah, suku, dan agama membulatkan tekad untuk berkumpul dan menyatukan persepsi sehingga menghasilkan putusan dengan mengikrarkan tiga butir sumpah; bertanah air, berbangsa, dan berbahasa Indonesia. Salah satu butir sumpah yang menjadi identitas persatuan dalam bertanah air, berbangsa dan bahasa. Bahasa berperan sebagai ciri identitas simbolis, sosial semiotis, dan kultural ekpresif dalam identifikasi suatu kelompok masyarakat penutur yang variatif.
Tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa Indonesia secara resmi diperkenalkan pada saat itu, namun jauh sebelumnya bahasa Indonesia telah menunjukkan eksistensinya diberbagai daerah di Nusantara bahkan sampai ke Negara lain dalam bingkai lingua franca. Dengan demikian, secara tidak sadar bahwa bahasa Indonesia dapat dipahami dan dituturkan oleh masyarakat di Nusantara hingga saat ini.
Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang dalam pengucapannya sesuai dengan abjadnya (misal kata "aku", tetap dibaca "aku"; berbeda halnya apabila kata "aku" dibaca dengan aturan Bahasa Inggris, menjadi "ekyu"). Penulisan bahasa Indonesia menggunakan huruf latin yang sudah digunakan secara internasional tidak seperti bahasa Jepang yang menggunakan huruf kanji sehingga sulit dipelajari bagi orang asing. Struktur Bahasa Indonesia tidak mengenal aturan waktu dan jenis kelamin. Contohnya dalam Bahasa Inggris yang menggunakan aturan waktu dan Bahasa Perancis yang mengenal istilah feminim dan maskulin. Salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia mengingat negara Indonesia memiliki jumlah penduduk paling banyak ke-4 didunia.
Menurut Matt Mullenweg (pemilik wordpress.com) Bahasa Inggris merupakan bahasa terbesar pertama di situs wordpress dan bahasa Indonesia menduduki urutan ke tiga setelah bahasa Spanyol. Dijadikan Bahasa Resmi Ke-2 di Vietnam oleh pemerintah karena melihat adanya keperluan untuk mempelajari Bahasa Indonesia, mengingat kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral kedua negara di masa depan.
Bahasa Indonesia telah dipelajari di lebih dari 45 negara di dunia. beberapa diantaranya adalah Australia, Jepang, Vietnam, Mesir, dan Italia. hal ini membuat bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Bahasa yang sangat kaya karena Bahasa Indonesia tercipta dari gabungan bahasa-bahasa pedagang dari seluruh penjuru dunia yang dulu sempat singgah di Melayu karena itu bahasa indonesia memiliki ribuan kata yang diserap dari bahasa beberapa bangsa di dunia. Karena beberapa kelebihan itulah Bahasa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi Bahasa Internasional pada masa yang akan datang.
Bahasa Indonesia dalam tahap penyempurnaannya, tentu saja mengalami berbagai tahapan dari segi ejaan, lafal, dan gramatikal. Karena kedinamisannya, bahasa tentu saja berkembang dan menyesuaian dalam pemakaiannya pada zaman tertentu. Dari sisi ejaan, tercatat bahwa ejaan bahasa Indonesia yang pernah dipakai sebagai aturan dalam penulisan, yakni Ejaan Van Ophuijsen (1901), Ejaan Seowandi (Ejaan Republik, 1947), Ejaan Pembaharuan (1957), Ejaan Melindo (1959), Ejaan Lembaga Bahasa dan Kesustraan (LBK, 1967), EYD (1972, revisi 1987 dan 2009), serta Ejaan Bahasa Indonesia (EBI, 2015). Ketujuh ejaan tersebut secara resmi digunakan pada kurun waktu tertentu. Selain itu, juga seiring perkembangan, perubahan-perubahan sistem ejaan secara substansi dilakukan agar penggunaan bahasa Indonesia lebih efektif dan fleksibel dalam aspek lisan maupun tulisan.
Dengan keterbaruan sistem ejaan yang memadai, maka bahasa Indonesia berpotensi sebagai bahasa Internasional. Potensi tersebut juga berdampak besar dalam penggunaan bahasa yang lebih sederhana sehingga dapat mempengaruhi minat dan ketertarikan Negara lain untuk mempelajari bahasa Indonesia. Untuk menjadikan bahasa sebagai bahasa internasional Indonesia melakukan diplomasi kebudayaan melalui kegiatan-kegiatan budaya termasuk bahasa yang dilakukan di negara lain untuk memperkenalkan dan mempromosikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional sehingga bahasa Indonesia dapat digunakan oleh negara-negara.
*) Semua isi tulisan tanggung jawab penulis
*) Penulis adalah Mahasiswi S1 Akuntansi-Universitas Pamulang