Opini

COVID-19 VS KELANGSUNGAN BELAJAR SISWA

Jumat 02 Juli 2021 | 22:39 WIB
Oleh: Igusti Ngurah Arip Yudha Saputra

Covid-19 sebagai sebuah ancaman bagi banyak negara, Covid-19 menyerang keberlangsungan belajar bagi anak-anak sekolah khususnya di indonesia. Di Indonesia sendiri penerapan pola belajar daring apakah efektif bagi masa depan para murid, khususnya dikalangan sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SD-SMA)?

Dikutip dari laman BDK jakarta menyebutkan bahwa: “Sebagai upaya untuk mencegah pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah meminta siswanya untuk belajar di rumah. Mulai 16 Maret 2020 sekolah menerapkan metode pembelajaran siswa secara daring. Lalu, efektifkah pembelajaran daring ini?”

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan, saat ini Corona menjadi pembicaraan yang hangat Di belahan bumi manapun, Corona masih mendominasi ruang publik. Dalam waktu singkat saja, namanya menjadi trending topik, dibicarakan di sana-sini, dan diberitakan secara masif di media cetak maupun elektronik. Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menyebabkan penyakit menular ke manusia.kan. Walaupun lebih banyak menyerang ke lansia, virus ini sebenarnya bisa juga menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Virus corona ini bisa menyebabkan ganguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular sangat cepat dan telah menyebar hampir ke semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Sehingga WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.

Lalu apa dampak virus ini bagi kegiatan belajar anak-anak?

Seperti pengalaman, kebanyakan anak akan merasa bosan saat kegiatan pembelajaran daring hal ini karena anak terus menatap kearah kamera sembari mendengarkan guru berbicara soal materi yang ingin dijelaskan tentunya anak akan sedikit bosan dengan pembicaraan guru dibandingkan bertatap muka langsung di sekolah. Selain itu dampak lainnya adalah kurangnya pemahaman materi atau penjelasan materi yang dijelasakn oleh guru. Mengapa demikian? Karena mungkin saja murid terhalang oleh sinyal yang buruk atau keadaan yang berisik dirumah maupun diluar rumah. Walaupun sudah ada kuota belajar tapi terkadang sinyal menjadi kendala bagi sebagian siswa atau murid yang mengikuti kegiatan pembelajaran daring. Tidak berhenti sampai disitu, banyak juga siswa yang (kurang mampu) tidak mempunyai handphone.

Solusi atas permasalahan ini adalah pemerintah harus memberikan kebijakan dengan membuka gratis layanan aplikasi daring bekerjasama dengan provider internet dan aplikasi untuk membantu proses pembelajaran daring ini. Pemerintah juga harus mempersiapkan kurikulum dan silabus permbelajaran berbasis daring.

Dalam proses pembelajaran daring, penting untuk ditambahkan pesan-pesan edukatif kepada orangtua dan peserta didik, tentang wabah pandemi Covid-19.

Dikutip dari laman BDK jakarta ada sebuah pelajaran yang dipetik dari dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19, yakni kegiatan belajar tatap muka dengan guru terbukti lebih efektif ketimbang secara daring (online). Hal tersebut dipaparkan oleh pakar pendidikan Universitas Brawijaya (UB) Aulia Luqman Aziz bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2020. “Selamanya profesi guru tidak akan tergantikan oleh teknologi” papar Luqman dalam keterangannya di laman resmi UB, Sabtu (2/5/2020). Menurutnya pembelajaran penuh secara daring, akhir-akhir ini banyak menimbulkan keluhan dari peserta didik maupun orangtua.

*) Semua isi tulisan tanggung jawab penulis

*) Penulis adalah Mahasiswa Prodi S1 Akutansi Universitas Pamulang

Berita Terkait

Komentar