Menjadi salah satu pilihan untuk menghabiskan waktu luang, K-drama atau drama Korea semakin banyak digemari oleh berbagai macam kalangan, terlebih dengan adanya pandemi saat ini membuat penggemar drama Korea semakin meningkat tajam. Cerita-cerita yang ditayangkan begitu beragam dan menarik perhatian sehingga membuat para penggemar drama Korea terus bertambah. Selain menghibur, drama Korea juga selalu memberikan pesan moral dan ilmu baru untuk para penontonnya.
Kesuksesan drama Korea tidak terlepas dari ide-ide kreatif yang terus dikembangkan oleh para penulis naskah beserta rekan-rekannya. Menurut Ardia, drama Korea banyak didasarkan pada cerita romantis, fakta sejarah yang menggambarkan kisah-kisah nyata dari masa lalu, thriller, drama keluarga, dan komedi, serta drama yang menggabungkan dari satu atau lebih kategori. Menurut peneliti, drama Korea mengangkat kisah kebudayaan bahkan permsalahan sehari-hari masyarakat Korea. Melalui drama yang mereka buat dengan kisah yang seadanya serta tidak bertele-tele sehingga membuat masyarakat menyukainya.
Keberadaan drama korea di Indonesia dimulai sejak tahun 2000-an. Perkembangan global yang sangat pesat membuat drama Korea bisa memasuki pasar Indonesia dengan mudah dan cepat. Menurut Lee, drama Korea adalah produk Korea pertama yang berhasil masuk menguasai pasar Indonesia. Drama Korea tidak hanya menayangkan cerita-cerita menariknya, namun juga sebagai ajang memperkenalkan budaya dan bahasanya kepada seluruh penjuru dunia.
Meskipun drama Korea dianggap banyak memberikan dampak negatif, tetapi drama Korea tetap berhasil berkembang dan mengenalkan budaya dan bahasanya. Drama korea sering memperlihatkan sisi keindahan dan keunikan yang ada di Korea sehingga membuat negaranya semakin dikenal. Dengan populernya drama Korea pada saat ini, hal tersebut menyebabkan peningkatan minat belajar bahasa Korea yang semakin bertambah. Jika minat belajar bahasa Korea terus meningkat, maka tidak menutup kemungkinan bahwa bahasa Korea akan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan seperti halnya bahasa Inggris dan bahasa Mandarin.
Berdasarkan salah satu penelitian oleh Bimantoro, drama Korea berkontribusi dalam membangun dan meningkatkan minat belajar bahasa Korea. Hal tersebut tentu menjadi salah satu dampak positif dari menonton drama Korea, dimana para penonton drama Korea menjadi tertarik untuk mempelajari bahasa yang baru yaitu bahasa Korea. Dengan terus meningkatnya minat belajar bahasa Korea, di harapkan menjadi pelajaran bagi kita masyarakat Indonesia, agar justru juga belajar dari perkembangan bahasa asing diluar sana. Bahasa Indonesia harus tumbuh layaknya bahasa asing diluar sana. Bahasa Indonesia perlu mengikuti pola bahasa asing dalam menumbuhkembangkan bahasanya. Bahasa Indonesia memiliki potensi besar dalam menumbuhkembangkan bahasa melalui seni, pendidikan, sosial, dan budaya yang ada di Indonesia.
Bahasa Korea termasuk bahasa yang cukup rumit dan sulit untuk dikuasai dengan cepat. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semagat para penggemar K-drama untuk tetap mempelajari bahasa Korea dengan alasan yang cukup menarik, yaitu agar ketika menonton drama Korea mereka tidak perlu lagi membaca subtitle Bahasa Indonesia. Namun tidak sedikit yang beralasan karena memang ingin pergi ke Korea untuk melanjutkan studinya ataupun hanya sekedar berlibur saja.
Kemajuan teknologi di zaman sekarang pun mempermudah seseorang dalam mempelajari hal apapun. Dengan semakin bertambahnya minat belajar bahasa Korea, semakin dimudahkan pula akses belajar bahasa Korea. Kini telah tersedia aplikasi-aplikasi yang dikhususkan untuk mempelajari bahasa Korea dengan mudah. Selain itu, telah banyak konten kreator yang membuat konten belajar bahasa Korea yang tentunya semakin mempermudah orang-orang untuk bisa mempelajari bahasa Korea. Selain menjadi faktor pendorong untuk mempelajari bahasa Korea, Drama Korea juga bisa menjadi salah satu cara untuk mempelajari bahasa Korea tanpa merasa bosan.
Bagimana dengan kalian?
Apakah tertarik juga untuk mempelajari bahasa korea?
Penulis: Tasya Lidya Irawan - Mahasiswi Program Studi Akuntansi S-1 Universitas Pamulang
*) Segala isi tulisan yang dikirim oleh penulis sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.