Oleh : Nisfi Khairan Maulani (Mahasiswa TI UNPAM)
Artificial intelligence, Seperti mimpi menyeramkan bagi beberapa manusia, dimana mereka akan meyakini bahwa manusia-manusia pencipta tersebut akan di kalahkan oleh cipataannya sendiri. Yaps, seperti halnya seorang chess grand master Garry Kasparov yang di kenal tidak pernah kalah dalam pertandingan chess apapun, namun pada tahun 1997 ia berhasil dikalahkan oleh computer IBM Deep Blue. Ia menyerah pada pertandingannya melawan deep blue hanya setelah 19 gerakan. Lagi, Pada tahun 2016 seorang manusia berhasil dikalahkan oleh sebuah computer dalam pertandingan GO.
Yaps seorang GO world champion lee sadol berhasil dikalahkan oleh sebuah computer dan bahkan lee sadol mengakui kekalahannya dengan menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan kesalahan lee sadol yang “mencoba” bertanding mengalahkan sebuah computer dan bukan bertanding melawan manusia. Kita, manusia belajar dari pengalaman kita sendiri. Artinya semakin banyak kita bermain maka akan semakin mahir. Tidak jauh berbeda, Artificial Intelligence juga melakukan hal yang sama. Seperti halnya Alpha Go. Sebuah program computer yang diciptakan khusus untuk bermain permainan papan GO, Program computer ini di kembangkan di london oleh google deepmind. Dimana Alpha GO ini akan diberikan sekitar ratusan ribu pemahaman tentang pertandingan GO, Setelah Alpha GO itu belajar permainan GO ia akan main GO melawan dirinya sendiri dan apabila ia kalah maka ia akan update untuk setiap cara yang berbeda pada permainan GO sampai juta-an kali.
Hal ini sama konsepnya dengan manusia yang belajar dari pengalamannya sendiri. Perbedaannya ialah manusia mampu bermain satu pertandingan dalam satu waktu. Namun Alpha GO mampu mempelajari banyak simulasi pertandingan dalam satu waktu. Dan boom, muncul Alpha Go Zero, Dimana program computer ini tidak di berikan ratusan ribu simulasi pertandingan sebagai referensi, akan tetapi Alpha GO Zero harus mempelajarinya sendiri bagaimana cara agar ia menang. Dan hanya memerlukan waktu tiga hari, Alpha GO zero mampu mengalahkan semua versi dari Alpha GO, dengan skor perbandingan 0:100. Dan hanya dalam waktu 40 hari Alpha GO mampu menemukan prinsip prinsip game GO, yang jika manusia lakukan maka akan membutuhkan waktu hingga ribuan tahun dan bahkan program computer ini membuat Strateginya sendiri dalam permainan GO. Artinya computer mampu bekerja lebih efisien dari pada manusia. Jika manusia membutuhkan Ribuan tahun untuk bisa mempelajari dengan cukup mahir. Maka bisa dikatakan bahwa Artificial Intelligence cukuphanya 40 hari.
Latar belakang penulis memilih judul bahwa Artificial Intelligence ini mungkin saja menjadi masa depan paling mengkhawatirkan bagi sebagian umat manusia, karena penulis berasumsi bahwa mungkin saja 3 sampai 5 tahun ke depan tenaga manusia sepenuhnya akan di gantikan oleh computer computer ciptaan manusia itu sendiri. Maksudnya mengkhawatirkan disini ialah, artificial intelligence mampu membunuh hampir seluruh karir manusia ke depannya. Bahkan Elon Mask pun pernah berasumsi bahwa Artificial Intelligence adalah hal yang cukup berbahaya. Dalam ilmu pengetahuan, Artificial Intelligence bisa di katakan sangat popuper, tak lain karena dapat bekerja secara padat, cepat, dan akurat. Lalu apa yang menjadi faktor dasarnya? Ya, karena suatu program komputer tidaklah memiliki perasaan seperti manusia, itu bisa jadi alasan paling mudah di tebak mengapa komputer bisa lebih baik dan lebih cepat dalam mempelajari suatu hal dibandingkan manusia.
Manusia per manusia yang mempunyai kemampuan teknologi yang canggih mampu membuat suatu program komputer bekerja sesuai dengan kemampuan orang yang menciptakannya. Manusia mampu membuat sebuah robot menjadi pembantu rumah tangga, pengganti untuk pemain olahraga, karyawan Barbershop, bahkan Pelukis yang hasil lukisan dari robot tersebut terjual dengan harga $ 432,500 maupun pekerjaan lain yang mungkin saat ini robot seperti sudah mendominasi beberapa pekerjaan di pabrik maupun di kantor dan justru robot mampu berkerja dengan tepat dan cepat tidak seperti manusia. Pemikiran dasar inilah yang membuat suatu statement menakutkan tentang artificial inteligence. Mengapa? Kita semua tau bahwa sudah banyak pekerjan yang di handle oleh Artificial Intelligence. Dan hasil dari perkerjaannya pun bisa lebih cepat dari pada yang dikerjakan oleh manusia permanusia.
Logikanya Manusia tidak dapat bekerja dan berpikir dengan tepat karena manusia memiliki perasaan maupun pemikiran pemikiran yang lain yang terdapat di dalam memori otak manusia itu sendiri. Alhasil manusia tidak akan bisa fokus pada satu titik yang membuat suatu konsep itu tidak lebih baik, sementara program computer hanya terfokus pada titik yang diajarkan atau di ciptakan oleh manusia itu sendiri. Dan nyatanya kita tidak pernah tau bagaimana cara kerja suatu Artificial Intelligence. Tepatnya pernah ada satu program AI di rancang untuk bermain permainan tetris. Awalnya AI itu bermain dengan sangat buruk karena memang belum mengalami perkembangan yang cukup saat itu, tiba-tiba game tersebut di “Pause”, dan AI nya berhenti bermain. Sepertinya AI–nya memutuskan bahwa, Jika ia tidak bisa menang, maka ia juga tidak bisa dikalahkan. Karena menurutnya satu satunya cara untuk bisa menang adalah dengan tidak bermain.
Menimbang statement diatas, apakah teknologi saat ini sudah di luar batas? Menurut penulis kita tidak pernah tau bagaimana suatu teknologi itu dimulai dan kapan teknologi itu akan berhenti. Mungkin kita tidak bisa tau dan mengerti bagaimana AI itu bekerja, akan tetapi kita bisa bekerja bersama AI. Dan mungkin statement buruk tentang “robot akan menjadi musuh terbesar manusia”, atau bahkan “robot dapat menghancurkan peradaban manusia” di masa yang akan datang, bisa di ubah menjadi suatu statement positif yang mampu merubah peradaban manusia kearah yang lebih baik. Menurut penulis jika suatu robot yang mampu bekerja dengan fokus pada satu titik, di mana titik yang di maksud bisa menyelesaikan suatu permasalahan besar yang terjadi di dunia di kolaborasikan dengan pemikiran dan ide ide manusia yang lebih cerdas dari pada robot.
Maka mungkin saja kita mampu menciptakan penemuan baru, menemukan suatu solusi untuk permasalahan ekonomi. Atau bahkan dalam bidang kesehatan, mampu menemukan obat untuk penyakit alzaimer, Menemukan solusi bagaimana menyembuhkan penyakit kanker. Atau bisa menemukan obat untuk penyakit AIDS, yang mungkin saja jika manusia sendiri yang mencoba menemukannya maka akan membutuhkan waktu ribuan tahun, tapi dengan kolaborasi dengan AI, maka akan jauh lebih cepat. Menurut penulis, secepat apapun teknologi itu berkembang, kita seharusnya tidak perlu khawatir akan hal tersebut justru kita harus khawatir jika kita tidak bisa berkembang bersama teknologi itu. We have a dream, a big dream, let’s make that dream come true.
*) Segala isi tulisan yang dikirim oleh penulis sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.